Mengapa Format Tesis Lebih Menantang dari Skripsi?
Tesis program Magister (S2) bukan sekadar "skripsi yang lebih panjang". Persyaratan format tesis jauh lebih ketat dan kompleks. Dosen pembimbing dan penguji tesis di level S2 biasanya lebih kritis terhadap konsistensi format, karena tesis merepresentasikan kemampuan penelitian ilmiah yang serius. Satu ketidakkonsistenan kecil dalam format bisa membuat kesan negatif yang berdampak pada penilaian.
Artikel ini membahas panduan format tesis yang benar secara komprehensif, termasuk perbandingan dengan format skripsi S1, serta kesalahan umum yang sering dilakukan mahasiswa S2.
Perbedaan Format Tesis vs Skripsi
Sebelum memulai, pahami dulu perbedaan mendasar antara format tesis dan skripsi agar Anda tidak menggunakan pendekatan yang salah:
| Aspek | Skripsi S1 | Tesis S2 |
|---|---|---|
| Jumlah halaman | 50–100 halaman | 80–150+ halaman |
| Abstrak | Bahasa Indonesia | Indonesia + Inggris |
| Daftar gambar/tabel | Opsional | Wajib (terpisah) |
| Daftar singkatan | Jarang | Sering diwajibkan |
| Jumlah referensi | 20–40 sumber | 50–100+ sumber |
| Bab teori | 1 bab | Mendalam, multi-sub-bab |
| Kedalaman analisis | Standar | Kritis dan mendalam |
Struktur Tesis yang Benar
Struktur tesis yang standar umumnya terdiri dari bagian-bagian berikut, disusun secara berurutan:
Bagian Awal (Preliminaries)
- Halaman sampul (cover luar dan dalam)
- Halaman pernyataan keaslian
- Halaman pengesahan pembimbing dan penguji
- Abstrak (Indonesia) dan Abstract (Inggris)
- Kata pengantar
- Daftar isi
- Daftar tabel
- Daftar gambar
- Daftar lampiran
- Daftar singkatan/lambang (jika ada)
Bagian Inti
- Bab I: Pendahuluan
- Bab II: Tinjauan Pustaka / Landasan Teori
- Bab III: Metodologi Penelitian
- Bab IV: Hasil dan Pembahasan
- Bab V: Simpulan dan Saran
Bagian Akhir
- Daftar Pustaka
- Lampiran-lampiran
- Riwayat Hidup (beberapa kampus)
Perhatian: Urutan bagian tesis bisa berbeda antar kampus. Selalu merujuk pada Buku Panduan Penulisan Tesis dari program pascasarjana kampus Anda sebagai acuan utama.
Pengaturan Halaman dan Margin Tesis
Margin tesis umumnya sama dengan skripsi, yaitu 4-3-4-3 cm (kiri-atas-kanan-bawah). Namun beberapa kampus menggunakan 4-4-3-3 atau bahkan 3-3-3-3 cm untuk tesis. Perhatikan juga:
- Ukuran kertas: A4 (210 x 297 mm)
- Orientasi: Portrait untuk semua halaman, kecuali tabel/gambar lebar bisa Landscape
- Header/footer: biasanya hanya nomor halaman
Tips: Gunakan Section Break (Next Page) untuk memisahkan bagian awal dan inti tesis. Ini memungkinkan penomoran halaman yang berbeda (romawi untuk bagian awal, angka Arab untuk isi).
Font dan Spasi untuk Tesis
| Elemen | Spesifikasi |
|---|---|
| Font isi | Times New Roman 12pt atau Cambria 12pt |
| Judul bab | 14pt, Bold, Kapital, rata tengah |
| Sub-bab (2.1) | 12pt, Bold |
| Sub-sub-bab (2.1.1) | 12pt, Bold Italic |
| Spasi isi | 2.0 (atau 1.5 sesuai panduan) |
| Spasi abstrak | 1.0 (single) |
| Spasi kutipan panjang | 1.0, indentasi 1.25 cm kiri-kanan |
| Spasi daftar pustaka | 1.0 antar baris, 1.5 antar entri |
Heading Hierarchy untuk Tesis
Tesis S2 biasanya memiliki hierarki heading yang lebih dalam dibanding skripsi S1. Gunakan sistem penomoran yang konsisten:
- Heading 1: BAB I, BAB II, dst. (kapital semua, centered, bold)
- Heading 2: 1.1, 1.2, dst. (bold, rata kiri)
- Heading 3: 1.1.1, 1.1.2, dst. (bold italic, rata kiri)
- Heading 4: a), b), c), dst. (italic atau bold, untuk sub-sub-sub)
Dalam Microsoft Word, kustomisasi Heading Styles agar sesuai ketentuan. Klik kanan pada Heading di panel Styles > Modify > Format > Paragraph untuk mengatur spasi sebelum dan sesudah heading.
Membuat Daftar Gambar dan Daftar Tabel
Berbeda dengan skripsi, tesis S2 hampir selalu mewajibkan adanya daftar gambar dan daftar tabel yang terpisah. Cara membuatnya:
- Klik kanan pada gambar > Insert Caption > pilih Label "Gambar" > isi keterangan
- Untuk tabel: klik pada tabel > References > Insert Caption > Label "Tabel"
- Untuk membuat daftar: References > Insert Table of Figures > pilih label yang sesuai
Tips: Buat label kustom sesuai bahasa Indonesia. Klik "New Label" saat memberi caption, ketik "Gambar" atau "Tabel". Ini memastikan daftar gambar dan daftar tabel terpisah dan otomatis dapat di-update.
Kesalahan Format Tesis yang Paling Umum
Berdasarkan pengalaman kami menangani ratusan tesis, berikut kesalahan yang paling sering terjadi:
- Spasi yang tidak konsisten — ada bagian 1.5 dan ada yang 2.0 tanpa alasan
- Heading tidak menggunakan Styles sehingga daftar isi tidak bisa diupdate
- Nomor halaman melompat atau tidak sesuai dengan daftar isi
- Gambar dan tabel tidak memiliki nomor dan keterangan
- Margin berbeda di beberapa halaman karena Section Break yang tidak sengaja
- Abstrak bahasa Inggris tidak mengikuti format yang sama dengan abstrak Indonesia
- Format daftar pustaka tidak konsisten (campuran APA dan format lain)
Penting: Banyak mahasiswa S2 mengalami kesulitan karena dokumen tesis sudah terlanjur panjang dan format berantakan sejak awal. Lebih mudah merapikan format sejak dini daripada memperbaiki di akhir ketika sudah ratusan halaman.
Daftar Pustaka Tesis: Format dan Penempatan
Daftar pustaka tesis harus lebih komprehensif dan konsisten. Gunakan salah satu gaya sitasi yang direkomendasikan kampus Anda:
- APA 7th Edition — paling umum untuk ilmu sosial, pendidikan, psikologi
- IEEE — untuk teknik dan ilmu komputer
- Vancouver — untuk kedokteran dan kesehatan
- Chicago — untuk ilmu humaniora dan sejarah
Gunakan software manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote untuk mengelola ratusan referensi dengan mudah dan memastikan format daftar pustaka konsisten secara otomatis.
Format Tesis Masih Berantakan?
Jangan biarkan format yang tidak rapi menghambat kelulusan Anda. Tim EditPDF.id berpengalaman merapikan tesis S2 sesuai standar kampus — dari heading, spasi, daftar isi, hingga daftar pustaka.
Chat WhatsApp Sekarang